Image of Andai Aku Jalan kaki, masihkah Engkau selalu ada untukku?

Text

Andai Aku Jalan kaki, masihkah Engkau selalu ada untukku?



“Aku ‘kan selalu ada untukmu, Sayang, aku nggak bisa hidup tanpamu...”

Gubraakkk...!!

Aku terjungkal. Sucikah bisikan itu? Jangan-jangan karena aku tajir, mapan, keren, pintar, atau populer? Apakah engkau masih akan selalu ada untukku andai aku hanya jalan kaki, dengan tubuh tanpa Bvlgari, dan dompet isi seribu?

Andai aku jalan kaki, di bawah terik matahari, bermandi keringat, menahan lapar, bertubuh dekil nan buluk, dengan dompet kempes yang tak bisa untuk beli sebuah air kemasan gelas, akankah kau, kau, kau, yang kini selalu tersenyum manis dan mendengarkanku, tetap mau menyapaku, tersenyum padaku, menyentuh lenganku, merangkulku, memelukku, menciumku, dan menganggapku manusia?

Bukan hanya soal ketulusan cinta dan pesona berlian, juga tentang rahasia pilihan hidup, makna komitmen, chemistry pasangan hidup, tajamnya mulut, hingga arti kematian, disuguhkan dalam kisah-kisah popcorn yang begitu renyah dan menyentuh hati, berbumbu jenaka tajam, satir, bentakan, dalam bentangan padang savana makna kebajikan yang tak bertepi. Mudah dibaca sekali duduk di mana saja, sebutlah busway, bahkan secara terpisah-pisah, serial popcorn ini menggasak ruhani terdalam setiap kita tentang siapa gerangan sesungguhnya aku, engkau, dan dia, dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. (less)


Ketersediaan

M7-15051My LibraryTersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
813 MUL a
Penerbit Diva Press : Jogjakarta.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786029555776
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini